Kotak Sepatu Dalam Kresek Bening

Kotak Sepatu Dalam Kresek Bening

(Tips Menulis)

Banyak orang yang curhat bahwa kesulitan saat menulis adalah menentukan ide. Pernyataan itu bisa benar bisa salah. Saya pun merasakan hal yang sama.

Bahasa termasuk menulis, adalah skill bukan sekedar pengetahuan. Skill atau keterampilan sangat erat dengan jam terbang. Ibarat pedang, semakin diasah semakin tajam. Kata wong londo “Practice makes perfect!”

Nah begitu pun dalam mencari ide tulisan. Lima indera kita harus dimanfaatkan secara maksimal. Lihat, dengar, raba, rasa dan cium sekitar kita lalu tuangkan dalam tulisan. Lakukan berulang-ulang hingga lima indera menjadi lihai. Syukur-syukur kalo bisa nambah jadi enam.

Sore tadi saat pulang kantor, saya pun kembali melatih hal ini.

Saya naik bis Mayasari yang penuh penumpang dan gak kebagian tempat duduk. Akhirnya saya duduk di lantai pas sebelah pintu masuk belakang bis. Kaki saya menjuntai turun di anak tangga.

Daripada bengong saya mencoba melihat sekeliling mencari apa yang bisa menjadi ide tulisan saya berikutnya. Lima indera saya pun satu-satu saya on-kan.

Mata saya menyisir sekeliling melihat wajah-wajah lusuh para karyawan pulang kantor yang mulai low-batt. Telinga saya hanya mendengar deru mesin tua diselingi teriakan bang kondektur. Hidung saya jangan ditanya. Ia yang paling menderita menahan aroma gado-gado di dalam bis. Tangan dan lidah tak mungkin meraba dan mengecap sekeliling, bisa-bisa saya dituntut pasal pelecehan seksual. Apalagi sebelah saya ibu-ibu paruh baya yang sedari tadi senyam-senyum. Mungkin dia kasian atau prihatin, entahlah.

Tak ada yang spesial untuk jadi bahan tulisan. Hingga ketika mataku tertuju pada kotak sepatu dalam kantong kresek bening di bawah kursi paling belakang. “Pasti ada yang bisa saya tulis tentangnya,” batinku.

Saya terus memutar otak mencari ide hingga ketika ilham datang.
“Binggo!” Saya memutuskan menulis judulnya terlebih dahulu.

Beberapa alternatif saya tuliskan.
Yang pertama, Kresek Merah Jambu. Tapi takutnya dikira jiplak judul si Raditya.
Kedua, 101 Dosa Penjual Kresek. Ini juga mirip judul pak Isa.
Judul ketiga, Kotak Sepatu Yang Tak Dirindukan. Ini lebih gak mungkin lagi. Soalnya entar dikira saya mendompleng kesuksesan mbak Asma.

Karena masih bingung menentukan judul, akhirnya saya memutuskan untuk tidak menulis tentang kotak sepatu dalam kresek bening itu. Tapi minimal ide sudah di tangan.

Cari ide gampang, kan?
~~~

Rumah Cicilan, 20150806

Advertisements

One thought on “Kotak Sepatu Dalam Kresek Bening

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s