Merdekamu Merdekaku

Merdekamu Merdekaku
Sirun Muyassirun

Kawan-kawan, ayo teriak merdeka. Merdeka!
Mari duduk, kita diskusi mencari arti hakiki akan kemerdekaan. Keluarkan semua pendapatmu tentang makna merdeka menurut perasaan dan hati kalian. Keluarkan merah putih yang lama terlipat dan ayo kibarkan di setiap rumah. Hiasi setiap sudut jalan dengan umbul-umbul dan pernak-pernik merah putih. Ayo rayakan kebebasan dan kemerdekaan negeri ini. Karena ini HUT RI ke 70! Merdeka!

Kawan-kawan, ayo mengisi kemerdekaan ini.
Adakan lomba makan kerupuk, balap karung, joget balon, panjat pinang, sepakbola waria, tangkap belut dan lainnya. Hari ini adalah pesta untuk rakyat. Eh, jangan lupa bikin panggung megah. Panggil orkes melayu. Ayo menyanyi dan joget koplo sampai pagi. Buat semua anak-anak dan orang tua bersenang-senang hari ini. Karena kita tidak boleh menyia-nyiakan jerih payah para pejuang kita. Merdeka!

Kawan-kawan, jangan pedulikan kelompok orang aneh di sana. Mereka yang kerjaannya hanya ngaji dan shalat di masjid. Mereka yang jidatnya hitam, celana cingkrang dan berjenggot panjang. Mereka yang hobinya pakai kopiah, berbaju koko atau gamis. Apakah mereka tak tahu arti bebas dan merdeka?

Lihatlah, mereka tak pernah mau ikut memperingati kemerdekaan negeri kita. Mereka tak mau mengangkat tangan hormat pada bendera. Mereka tak pernah memasang bendera di depan rumah. Jangan-jangan mereka bahkan tidak memiliki bendera di rumah. Apakah mereka tidak menghormati kemerdekaan negeri ini?

Lihatlah pondok-pondok pesantren mereka. Banyak yang tampak primitif dengan bangunan seadanya. Rumah yatim piatu yang mereka bangun pun kelihatan kumuh dan penuh sesak. Radio yang mereka buatpun sungguh menggelikan. Hanya menyiarkan murottal, pengajian atau suara adzan. Sungguh membosankan. Pada saat ada bencana di negeri ini, mereka hanya bisa mengemis mencari-cari dermawan lalu dengan soknya menyalurkan bantuan yang tak seberapa. Belum lagi mereka gegayaan membantu tragedi kemanusiaan di luar negeri semisal Suriah, Palestina dan Rohingya. Apakah mereka tidak mengerti bagaimana mengisi kemerdekaan negeri ini?

Ah, sudahlah. Mereka memang aneh. Merdeka! Merdeka! Merdeka!

Bandung, 20150821

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s