Susu Onta Mbah Men

Susu Onta Mbah Men

Mbah Men mengaku sebagai dealer resmi susu onta dari perusahaan Darul-Hadith dari negeri Haramain. Dia mengklaim kalau dia adalah diler pertama dan satu-satunya yang resmi di nusantara. Namun surat bukti sebagai diler resmi dari perusahaan tersebut katanya hilang karena ketinggalan di becak saat ia balik ke nusantara.

Dia berani memberi garansi bahwa susu onta yang dia jual yang paling berkhasiat karena satu-satunya yang asli, sedangkan susu onta lainnya palsu. Pembeli yang lugu percaya begitu saja, apalagi mereka terpukau dengan atraksi akrobatik hebat mbah Men setiap kali ia jualan.

Adapun pelanggan yang kritis tidak percaya begitu saja. Mereka kemudian mengkroscek langsung ke perusahaan Darul-Hadith di Haromain untuk mencari kebenaran. Perusahaan Darul-Hadith menjelaskan bahwa semua diler resmi mereka terdaftar dan diberikan sertifikat diler resmi. Dan di nusantara, diler resmi mereka ternyata sudah banyak. Bukan cuman satu seperti klaim mbah Men. Malahan si mbah Men sendiri tidak pernah terdaftar sebagai diler resmi.

Akhirnya terbongkarlah kedustaan mbah Men. Dia tidaklah menyalurkan susu onta asli Darul-Hadith melainkan mencampurnya dengan banyak bahan-bahan lain yang ternyata berbahaya.

Pelanggan yang berakal akhirnya meninggalkan susu palsu mbah Men dan beralih memilih susu asli dari diler yang resmi dan bersertifikat. Mengapa? Karena mereka mengutamakan kesehatan dan keselamatan, bukan rasa. Walaupun awalnya akan terasa berat karena telah kecanduan rasa susu palsu mbah Men.

Adapun mereka yang masih bertahan mengikuti mbah Men, hanyalah agen-agen dan pengecer-pengecernya. Karena mereka telah menikmati keuntungan yang besar dan takut kehilangan penghasilan jika harus jujur pada pelanggan. Mereka inilah yang paling membenci diler-diler resmi Darul-Hadith karena terus membongkar kedustaan mereka dan menyadarkan pelanggan-pelanggan yang telah tertipu.

Alhamdulillah satu persatu pelanggan, pengecer bahkan agen-agen mbah Men sadar dengan meninggalkan susu palsu mbah Men. Sekalipun itu berarti harus keluar dari zona nyaman, kehilangan pelanggan dan penghasilan.

Namun masih ada saja beberapa pelanggan fanatik buta yang tidak lagi mempertimbangkan kesehatan mereka. Mereka tidak lagi menimbang asli atau palsu, jujur atau dusta, benar atau salah, karena mata dan hati mereka tak lagi mampu melihat dengan jernih lantaran sudah kecanduan susu palsu. Bahkan sekedar untuk kroscek keaslian susu itu aja mereka enggan. Apakah mereka takut mengetahui kebenaran???

Mmmm…
~~~

Cerita ilustrasi di atas mungkin hanya dimengerti oleh pengikut atau mantan pengikut kelompok Islam Jamaah (IJ). Bagi yang belum mengenal IJ, silahkan membaca di sini http://airmatakumengalir.blogspot.com/

Semoga menjadi ibroh, pelajaran bagi kita semua….
#KisahIJ #NasehatBuatIJ

*Repost cerita lama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s