Ustadz Uje Masuk Neraka?

Ustadz Uje Masuk Neraka?

“Assalamu alaikum. Saya Budi mas (bukan nama sebenarnya). Saya jokam ****, bisa main ke rumah? Mau ngobrol.”
“Silahkan mas, tapi saya malam baru di rumah. Kecuali kalo wiken. Kabarin aja pas mau datang”
“Oke mas.”
Saya menutup telepon.
~~~

Beberapa hari berikutnya mas Budi datang ke rumah pada malam hari. Ia menjelaskan kegelisahannya tentang doktrin-doktrin IJ yang dirasakan janggal dan aneh. Kamipun ngobrol panjang lebar.

“Apa yang pertama membuat mas Budi mulai curiga dengan ajaran IJ?” Tanyaku.

Ia terdiam sebentar kemudian mulai bercerita.
Waktu itu di tivi heboh memberitakan tentang meninggalnya ustad Uje, Jefri al Bukhari. Saat pengajian IJ, muballigh (baca ustadz) A menjelaskan siapapun yang tidak mengikuti jamaah kita, wajib masuk neraka. Si muballigh IJ kemudian mempertegas dengan memberi contoh, “Lihatlah ustadz Uje,  walau dia ustadz tapi karena tidak berjamaah maka pasti masuk neraka!”

Pernyataan ustadz IJ itu menimbulkan pertanyaan besar dalam hatinya. Apakah benar ustadz Uje pasti masuk neraka? Apa benar semua ustadz-ustadz dan orang-orang saleh di Indonesia akan masuk neraka HANYA karena tidak berbaiat pada amir rahasia IJ???

“Maa syaa Allah, astagfirullohal ‘adzim…” saya beristigfar karena teringat dulupun saya mengajarkan doktrin yang sama.

Kami pun kemudian berdikusi banyak tentang doktrin-doktrin IJ lainnya. Ia bercerita kalau mulai sadar setelah berani membuka diri. Ia mulai mengikuti beberapa kajian di luar IJ, membaca kitab-kitab ulama, dan mendengarkan radio rodja 756am, walaupun dengan sembunyi-sembunyi. Hingga saat ia ketahuan, ia dicap terpengaruh, ‘dapukan’/jabatannya dicopot, dan dilarang mengimami di masjid IJ.

Ia tidak peduli dengan semua konsekuensi itu. Yang terasa berat baginya hanya karena orang tuanya yang masih fanatik buta pada ajaran IJ juga ikut menentangnya. Saya hanya bisa menasehati agar tetap sabar dan berbuat baik kepada orang tuanya. Dan yang paling penting adalah terus mencari ilmu. Karena ilmulah yang membuat kita yakin untuk melangkah.

Tak terasa jam 10 malam lebih. Iapun pamit.

Sejak kejadian itu kami putus kontek selama beberapa bulan. Hingga Allah mempertemukan kami kembali saat bubaran daurah ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah (pengisi acara tombo ati di Transtv). Kami berjabat tangan erat dengan perasaan penuh kegembiraan.

Wajahnya memperlihatkan kelegaan dan kelapangan. Tak tampak adanya keresahan dan kekhawatiran di wajahnya seperti malam itu. Ia telah mantap dan yakin melangkah. Bahkan ia memberi kabar jika kedua orang tuanya sudah menerima keputusannya dan mulai membuka diri untuk berdialog. Alhamdulillah. Semoga Allah juga segera membuka hati kedua orang tuanya sehingga ikut meninggalkan doktrin sesat IJ, amin.

Selain itu, kami juga bertemu dan bernostalgia dengan beberapa mantan ustadz-ustadz IJ lainnya di sana. Kamipun menyempatkan diri menemui ustadz Syafiq dan ngobrol singkat dengan beliau dan menceritakan latarbelakang kami. Satu pesan beliau kepada kami, “Tetap istiqomah!”.

InsyaAllah ustadz.

#KisahIJ #PertaubatanIJ

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s